PERTIWI MENSTRUASI
(Analogi Tamu Bulanan Bangsa dan Wanita)
Pada penciptaannya, Tuhan menjatuhkan sepotong tanah surga di dunia. Sampai-sampai, Koes Bersaudara yang kemudian menjadi Koes Plus dan akhirnya berganti jadi Plus Koes selalu menyanyikan jika tongkat kayu bisa menjadi tanaman di tanah itu. Kalau toh hujan, badai, gempa, tanah longsor, kekeringan dan sebagainya mendera, bukan berarti Tuhan sedang marah. Mana mungkin Tuhan marah. Yang sukanya marah-marah ‘kan para gadis yang akan dan lagi datang bulan, atau ibu-ibu yang akan mulai lagi tidak datang bulan. Benar juga kata orang, kalau bumi itu bergender perempuan (Ibu Pertiwi dan Mother Earth).
Seperti teman sebelah yang bangga pada bunga sakuranya, bumi tanah surga sedang mengalami sakit datang bulan (dilepen kata orang Jawa). Bedanya, negeri matahari terbit punya siklus menstruasi yang lancar dan mereka punya obat mujarab biar tidak kram. Gejala fisik kesakitan haid nusantara tidak jauh beda dengan yang dialami wanita. Gemetar sekian skala richter, kembung dan sedikit berasap, cairan deras berlebihan hingga bocor samping kiri-kanan atas-bawah, gerah dimana-mana, dan yang pasti bau tak sedap merebak. Gejala emosinya? Wah…jangan ditanya. Pokoknya sensi, parno dan bete abisssyyy kata anak gaul. Ngomong sedikit salah, gerak sedikit salah, pokoknya serba salah.
Memangnya ada obat buat kita yang lagi M? Lebih baik, sering-sering minum jamu, sebelum, selama dan sesudah penyakit itu datang. Janganlah minum obat pereda anti nyeri yang sifatnya cuma sementara dan bikin ketagihan. Apalagi minuman bersoda dan beralkohol produk tetangga sebelah. Kata nenek, nanti keluarnya bancar. Kalau sudah tidak terbendung, kita sendiri yang susah. Tutup sana, tutup sini biar tidak malu dan ketahuan. Ingat, adik-adik SMP yang pakai rok segelap apapun, tetap saja kalau bocor kelihatan. Jamunya sendiri, sudah dari dulu kita punya. Kita kaya akannya. Sampai-sampai, si Gajahmada bersumpah palapa (bukan serapah).
Palapa alias rempah-rempah adalah kekayaan tak tersadari kita. Wong kita dijajah gara-gara kita kaya rempah. Minum jamu inilah kita bisa sembuh dari sindrom datang bulan. Bulan pasti tersenyum karena datang tanpa halangan dan baunya segar harum wangi alam. Jika perlu, kita jualan jamu rempah-rempah pada tetangga. Jangan malah suka jualan surti, rumiatin, yasinem, dan martiah kepada mereka. Apalagi jualan Tiara Lestari dan Nadine Chandrawinata, wah….. bisa jadi tanah neraka.