10
May
07

Ramone Pemuda Berkaki Panjang

Ramones Tingginya mungkin sekitar 2 meteran. Tubuhnya yang kurus dan kegemarannya memakai celana jins ketat (bukan karena mode, tetapi lebih pada usaha untuk mengirit sabun cuci) menambah kesan kaki panjangnya. Hingga nama "Pemuda Berkaki Panjang" menjadi nama belakangnya. Ramone sendiri merupakan nama pemberian, entah dari siapa. Konon, nama aslinya adalah Lesmono, karena sering dipanggil "Mon" belakangan namanya berganti menjadi Ramone (baca:ramon). Ramone sebenarnya tidak begitu peduli pada nama panggilannya, justru dia risih dengan kata-kata "Pemuda Berkaki Panjang". Yang menjadikannya risih adalah para gadis yang mengejar-ngejar dirinya lalu berusaha membuat mereka menjadi kekasihnya. Hampir semuanya selalu menanyakan pada Ramone "Berapa nomer sepatumu?" "Menurut kalian ini nomer berapa?" Ramone memperlihatkan sepatu bututnya. Awalnya Ramone GR, karena dipikirnya mereka akan membelikannya sepatu yang baru. Tetapi Ramone jengkel karena reaksi mereka adalah "WOW!" dan diikuti tawa genit cekikikan. Yang tidak Ramone mengerti, sebagian dari mereka selalu tidak menyelesaikan kalimatnya. "Kalau sepatunya sepanjang itu, berarti…. kik kik kik kik kik" Lagi-lagi Ramone jengkel. Sering ia menerima surat cinta dengan tulisan "Teruntuk Bang Ramone Pemuda Ber… Panjang". Ramone pasti mengembalikan surat itu pada pengirimnya dan mengisi titik-titik itu dengan kata "rambut". Akibatnya, mau tidak mau Ramone harus menggondrongkan rambutnya.

Dengan rambutnya yang panjang, Ramone berharap mendapatkan nama belakang "Pemuda Berambut Panjang". Tetapi tetap saja, orang sudah terlanjur mengenalnya dengan sebutan sebelumnya. Lebih parah lagi, masalah lain timbul gara-gara rambut panjangnya. Wajah tirus Ramone jadi terlihat cantik jika dibingkai juntaian rambut panjang itu. Dikuncir pun wajahnya tetap cantik. Para gadis jadi lebih gemas padanya. Para lelaki di warung sering menggodanya karena mereka mengira dirinya perempuan. Kalau sudah begitu, ia akan mendeham dan mendongak memamerkan buah jakunnya. Ramone sendiri suka lupa jika sedang bercermin, siapa gadis cantik di hadapannya itu. Padahal, Ramone tidak menyukai gadis cantik. Bukan karena sebagian besar penggemarnya adalah gadis-gadis cantik hingga ia jadi jengah. Baginya, gadis-gadis yang terlihat cantik pada pandangan pertama, pasti akan telihat sebaliknya pada pandangan berikutnya. Ia justru lebih menyukai gadis yang berwajah biasa-biasa saja atau yang menurut orang-orang tidak menarik. Dipandanginya gadis-gadis yang tidak termasuk cantik menurut kebanyakan orang itu. "Lama-lama kok menarik" atau "Lama-lama kok menyenangkan" juga "Lama-lama kok unik" pikir Ramone. Hal lain yang tidak disukai Ramone pada gadis-gadis cantik adalah kesan yang ditangkapnya dari orang-orang yang mengkategorikan mereka sebagai makhluk cantik. Sering ia mendengar umpatan "Cantik-cantik, gampangan", "Cantik-cantik, matre", "cantik-cantik, bego", "cantik-cantik, panuan" dan seterusnya dan terus-menerus hingga seakan-akan makian ini meresap ke alam bawah sadar Ramone. Jika Ramone diminta menjelaskan, ia pasti mengatakan jika cantik itu berarti gampangan, matre, bego dan panuan. Ramone selalu berdoa semoga dia tidak mendapatkan nama "Ramone Pemuda Berwajah Cantik".

Meskipun tidak berada di garis terdepan, aku termasuk dalam gadis-gadis penggemar Ramone. Kegiatan penggemaranku hanyalah sebatas mengamati dari jauh. Aku suka memandangi kakinya yang panjang. Jujur saja, kaki itu seksi sekali. Apalagi jika ia menggoyang-goyangkan salah satu diantaranya dengan tidak sadar. Uuuuggghhh, ingin sekali aku berlari dan memeluk kaki itu hingga tubuhku berayun-ayun bersamanya. Sumpah, aku tidak pernah mengasosiasikan kaki panjangnya dengan kepanjangan bagian tubuhnya yang lain. Rambutnya, misal, aku tetap akan menyukai sepasang kaki itu dengan Ramone berambut panjang, pendek atau botak sekali pun. Hingga suatu waktu, Ramone duduk bersandar dan menyelonjorkan kedua kakinya. Hatiku berdegup kencang melihatnya. Sesaat kemudian Ramone menggoyang-goyangkannya. Tidaaaak! Aku sudah tidak tahan melihatnya. Aku berlari menghampirinya dan langsung bersimpuh di depannya "Ramone Pemuda Berkaki Panjang, maukah kau menjadi kekasihku?" Sesaat dia memandang wajahku lalu memalingkan muka "Aku tidak mau," jawabnya singkat dan datar. Mataku panas dibuatnya. Dengan perasaan yang tidak karuan menatap kaki panjang yang seakan menjauh dariku, lirih kukatakan "Kenapa?" Masih memalingkan muka ia menjawab "Kamu cantik."




0 Responses to “Ramone Pemuda Berkaki Panjang”


  1. No Comments

Leave a Reply