Istri: Wajahmu kok suram begitu?
Suami: Andai saja 10 tahun lalu kita mau bersabar, tentu saat ini kita sedang semangat-semangatnya bercinta.
Istri: Akhirnya kamu menyesali juga perzina…
Suami: Sssstt! Jangan keras-keras! Nanti mereka mendengar. Lagipula, selama ini kita saling mencintai. Kecuali kita melakukannya sama pelacur, gigolo, om senang a…
Istri: …tau tante girang. Itu baru zina. 10 tahun yang lalu kamu juga ngomong begitu supaya aku mau melakukan. Lantas, apa yang kau sesali?
Suami: Setidaknya, kita punya semangat bercinta. Sementara di lain pihak kita dipusingkan biaya resepsi. Andai 10 tahun lalu kita mau menunggu, sekarang kita tidak terlalu pusing.
Istri: Tapi ada enaknya juga. Sekarang kamu tidak perlu buru-buru keramas gara-gara takut apes atau kita tidak perlu pura-pura praktek mencetak foto di kamar. Tidak usah lagi jantungan waktu lihat hasil testpack. Dan sekarang aku bisa konsentrasi nonton film di bioskop.
Suami: Itu juga yang membuatku sedih. Baru seminggu semenjak Ijab Kabul, aku sudah merindukan kreatifitas-kreatifitas kita dalam mengelabui mereka. Kalau begini, rasanya tidak menantang sama sekali.
Istri: Sebenarnya aku juga rindu saat-saat itu. Bagaimana kalau kita cerai saja. Jadi kita bisa pacaran lagi. Toh, aku akan selalu mencintaimu dengan kita resmi nikah ataupun tidak.
Suami: Kalau saja mereka tidak mendengar hasutan tetangga. Kalau saja mereka tidak ingin menimang bayi.
Istri: Padahal di panti asuhan banyak bayi nganggur. Dan lagi, tetangga maunya kita menikah tapi tidak mau tahu urusan biayanya. Ya sudah, kita cerai saja.
Suami: 3 bulan lagi kita cerai.
Istri: Lama amat?
Suami: Masa Iddah.
Istri: Ruwet! Mau nikah ruwet mau cerai ruwet!
Suami: Sudahlah, yang penting mereka dan tetangga tidak lagi menyebut kita sebagai pasangan haram.
Istri: Ah! Aku jadi ingat kejutan yang akan kuberikan kepadamu.
Suami: Mana, mana?
Istri: Coba lihat tengkukku.
Suami: Wah!!! Simbol apa itu?
Istri: Kamu ini! Makanya kalau belanja bumbu masakan diperhatikan. Biar kamu bisa baca tulisan Arab.
Suami: Halal?! Kok halal?!
Istri: Sekarang aku adalah pasangan bercintamu yang paling halal.
Suami: Itu tato asli
kan ?
Istri: Betul. Coba kamu raba.
Suami: Istriku, kamu sekarang memang halal. Tapi, besok kamu harus memakai konde untuk acara resepsi. Kalau mereka tahu kamu bertato, tidak usah pakai masa iddah kita langsung disuruh bercerai dunia akhirat.
Istri: Aduh!!! Bagaimana ini?
Suami: Ya sudah, ditutupi syal saja. Mumpung lagi trend.
Istri: Memang mau naik gunung. Mana ada manten tradisional pakai syal. Aduh, kenapa aku bisa lupa kalau harus pakai konde?!
Suami: Pakai jilbab saja. Manten berjilbab juga trend.
Istri: Gila! Sembahyang saja tidak pernah mau pakai jilbab.
Suami: Tidak apa-apa. Di KTPmu tertulis Islam
kan .
Istri: Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh!!!!
(I wish I had that kind of tattoo)
