Author Archive for butchvig

28
Sep

Ethnomu(sick)psychosis

Ethnomu(sick)psychosis

absolut psycho

absolut psycho

Kling, dang, kling, dang, kling, dang, kling, dang, kling, dang, kling, dang, kling dst. Gending braided horse alias kuda lumping (jaran kepang). Andai dipakai triping ala tradisional sambil bersulang air tape ketan hitam. Alih-alih melayang di awang-awang, justru hilang separuh kesadaran karena mual kekembungan. Sesloki, segelas, seliter, kapan maboknya ya? Tidak perlu dicampur losion anti nyamuk dan spirtus untuk benar-benar, secara harfiah, melayang. Cukup dituang ke dalam panci alumunium untuk menanak nasi satu liter, perangkat keras wajib anak-anak kos, alhasil: Biar lihat cewek hitam legam sekalipun, pasti jadi nafsu, seorang lelaki usia 17 tahun berkisah pada kekasih 16,5 tahun yang langsung ambil air wudlu sehabis dicium pertama kali di bibir oleh si pemuda.

Acara penembakan sang pemuda kepada si pemudi: Di kampung pemudi ada lapangan sepak bola yang cukup luas. Dulu bekas sawah, lantas jadi sengketa para ahli waris saat si tuan tanah mati kejatuhan langit-langit rumahnya. Desas- desus tanah lapang berhantu saling dihembuskan yang bersengketa. Apalagi di sudut dekat kali dijadikan pendusa, bukan pendosa tetapi tempat menaruh keranda dan kereta untuk orang mati. Kisah mistis dibaliknya menjadikan lokasi itu tepat sekali untuk menghelat pertunjukan kuda lumping atau jaran kepang. Baru empat bait kling dang kling dang kling satu, dua, semua pemain jaranan pada kesurupan. Ada yang memanjat kelapa, konon kerasukan arwah monyet.

…… , sunyi, tiba-tiba tidak ada lagi kling dang kling dang kling dang kling. Ternyata seluruh pemain musik ikut-ikutan kesurupan. Beberapa yang nonton juga mulai bertingkah, kerasukan. Tenang, masih ada para tetua yang bisa pencet kening, pencet mata kaki, pencet jempol. Katanya, arwah itu masuk lewat kuku jempol. Dan akhinya semua waras dan sadar, acara pun bubar. Pemuda mendekati pemudi: kamu mau jadi pacarku, ini nomer telpunku. Mulut pemuda bau alkohol. Pemudi senyum-senyum, teringat masa kecil. Ayah pemudi marah-marah: Bodoh kamu, disuruh Pak Anu beli minuman merk itu saja tidak mau. Harusnya kamu dikasih uang seribu. Jaman itu, uang seribu bisa membeli 4 liter minyak tanah. Dalam hati pemudi ingat kata guru agama: Jangan membantu orang yang berbuat maksiat, sama dosanya. Pemudi tidak membalas tembakan pemuda beraroma minuman keras. Meski demikian, saat hendak tidur pemudi menerawang mengingat kembali rasanya kejatuhan cinta monyet. Tapi kenapa monyetnya harus mabok, batinnya. Hiii, terlintas gambaran pemain kuda lumping yang kerasukan arwah monyet pemanjat pohon kelapa. Ditariknya selimut menutupi seluruh kaki, siapa tahu masih ada arwah monyet gentayangan mau menyelinap lewat jempolnya.

Kling dang kling dang kling dang kling dang kling, jadi musik paling romantis bagi pemudi. VCD lagu jaranan diputar berulang-ulang. Keesokan harinya, pemuda tidak muncul. Ah, orang mabok menyatakan cinta, pasti mabok (tidak serius, green –I love green better than red :p ), katanya pada diri sendiri. Hari ketiga, pemuda muncul, baunya wangi parfum TABAC. Hmm…, harum. Kamu kok tidak menelpunku, jawab dong, kata pemuda kalem. Ganteng, tidak bau aneh-aneh. Mau deh, pikir pemudi.

Kling dang kling dang kling dang kling dang kling,pemudi pergi ke wartel memberikan jawaban. Pemuda esok sorenya sudah di rumah pemudi dengan wangi TABAC. Hmmff, terlalu banyak sepertinya. Jadi seperti bau bedak pengantin Jawa. Setiap malam selama seminggu, ruang tamu rumah pemudi beraroma TABAC. Pemuda mengajak pemudi pergi kemping, sambil menyembunyikan seperti botol di balik baju hangatnya. Pemudi menolak, bukan karena sesuatu di balik baju, pemudi tidak hobi kemping. Dia belum bisa membedakan rasanya tidur di bawah langit atau langit-langit. Ditambah, kemping sama artinya dengan memakai kaos kaki berlapis-lapis. Di luar sana pasti lebih banyak arwah monyet berkeliaran yang ingin menyelinap ke dalam jempolnya hiiiii. Seminggu kemudian pemuda tak datang-datang. Sabtu siang, pemuda datang, tidak bau TABAC tapi bau anggur kolesom. Pemudi malu pada saudara-saudaranya. Pemuda datang menumpang ke kamar mandi: Aku tadi hampir tercebur waktu menimba, bibir sumurnya rendah sekali. Pemudi tambah malu, karena jaman minyak tanah 1 liter seribu harusnya tidak ada ada lagi sumur timba, paling tidak pakai pompa air atau PDAM.

Kling…… dang…… kling…… dang…… kling…… dang…… kling…… dang…… kling…… seperti melambat mengiringi suasana hati yang sedih. Sepucuk surat putus cinta datang dari pemuda buat pemudi. Pemuda merasa bersalah sudah mabok di depan keluarga pemudi, siang-siang lagi: Lebih baik kita sendiri-sendiri.  Pemudi membaui kertas surat, hmm… tidak bau sebenarnya, tapi dia berharap wangi TABAC. Pasti gara-gara sumur, pemudi agak ngawur, coba aku punya sanyo atau ledeng.

Treng tak treng treng tak tring treng tak treng, Time Will Tell Bob Marley and The Wailers mengalun merdu sekali. Minyak tanah sudah lima ribu, pemudi sudah punya pemuda baru yang menolak diberi oleh-oleh Absolut vodka, terpaksalah diminum sendiri sama pemudi. Jadinya, tidak seperti tidur di bawah langit atau langit-langit. Tubuh serasa lengket di kasur, itu saja. Tidak melayang-layang, berhalusinasi, atau bernafsu pada cewek hitam legam. Meski berkata tidak untuk minuman Swedia pemberian pemudi, aroma pemudanya yang sekarang kadang-kadang berbau red label, black label, transparent label, no label, false label, etc. Pemudi tidak masalah mau label apa saja, asal pemuda dapat boleh gratis. Minyak tanah sudah langka, tidak boleh berfoya-foya. Sementara itu, pemuda jaman kuda kepang pusing cari hutangan buat bayar sekolah anaknya. Pemuda masih ganteng dengan kulitnya yang kuning langsat. Istrinya juga cantik dengan jenis kulit yang hampir sama, lebih terang malah. Tapi, si anak hitam legam. Banyak tetangga kasak-kusuk:Terang saja hitam, lha wong bikinnya di sawah. Biasa, gosip berkembang karena setelah satu bulan akad nikah, jabang bayi sudah keluar. Tetapi pemudi jadi bersyukur tidak menuruti ajakan pemuda jaman kuda lumping dulu. Sebabnya, kata para tetangga tadi sel telur istri pemuda kuda lumping tidak sengaja terbuahi, waktu kemping.

Ping kem ping kem ping kem ping kem ping kem kem ping kem ping

trims atas inspirasi dari pemuda ISI yg tidak lulus Karawitan I gara-gara pegang kendang terbalik. (D’oh!).

05
Nov

Bumipala Sang Body Double Terpilih

Bumipala Sang Body Double Terpilih

Kuperhatikan sekeliling ruang
tunggu, dari 4 deret kursi yang berjajar, hanya ada seorang gadis yang duduk
membelakangiku. Rambutnya yang hitam pekat tergerai sebagian ke sandaran kursi.
Aku berjalan mendekati, kulit bahunya yang terbuka memantulkan cahaya lampu
neon di atasnya. Ketika berada di deret kursi yang diduduki gadis itu,
tampaklah di mataku sebuah tubuh padat berisi, tidak kurus, tidak gemuk,
dibalut kemben rimpel warna krem dua tingkat lebih muda dari warna kulitnya
yang coklat. Sepatu buts sepanjang lutut disilangkan, mungkin begitu seharusnya
dia duduk, mengingat rok mini jins yang dikenakannya. “Bumipala?” Namanya
kusebut dan gadis itu sontak berdiri. Tingginya melebihi diriku. Wajahku pas
menatap dadanya yang bidang dan penuh. Sempurna
pikirku. Aku mendongak memandang wajahnya dan hmpphhhhhhh.

_crowned_twins

 

Rasanya nasi pecel yang kumakan
tadi pagi tercekat di tenggorokanku dan ingin dikeluarkan. Aku memalingkan
muka, “Panggil saja Bumi” tangan yang terpahat indah disodorkan kepadaku.
Sekilas kupandang wajahnya, tetapi lagi-lagi adonan nasi pecel tadi
mendorong-dorong keluar dan hmmpphhhh, berhasil kutahan. Kalau kamu demam panggung, jangan lihat mata penonton, lihat atas kepala mereka. Suara pelatih
akting terngiang di kepalaku. Aku lebih mendongakkan kepala, tapi tetap saja
wajah gadis itu terlihat jelas. Sambil setengah mual aku menjabat tangannya.
“Silahkan ikuti saya.”

 

Sesampainya di kantorku, kami duduk
berhadapan. Kupandang saja dadanya alih-alih wajahnya, sebenarnya hal ini belum
pernah kulakukan sebelumnya dan pasti terlihat tidak sopan. Tetapi biarlah,
memandang bagian lain tubuhnya bisa menetralkan pikiran burukku saat memandang
wajahnya. Toh berita bahwa produser meniduri aktris, perancang meniduri
peragawan, atasan meniduri bawahan, sudah menjadi hal umum dan wajar. Lagipula
aku tidak meniduri, hanya memandang tubuhnya saja, dan ini pun kulakukan bukan
karena aku laki-laki kurang ajar, tetapi karena wajahnya yang hmmpphhhh –
sepertinya ada tauge yang berhasil mendesak sampai ke pangkal lidahku.

 

Aku berpura-pura membuka map,
“Saudari Bumi kami terima sebagai pemeran utama. Bakat anda luar biasa. Tubuh
anda persis sempurna seperti yang diinginkan sutradara,” kutelan kembali bumbu
kacang campur jeruk purut yang tak mampu tertahan “Tetapi harus saudari ketahui
bahwa wajah anda …,” hmmphhhh aku tidak tahan lagi. Aku berlari ke kamar kecil
dan memuntahkan semua sarapan pagiku. Aku
harus bertindak profesional, aku adalah cast coordinator terbaik di negri ini,
aku harus bekerja pro.
Kumantrai diriku sendiri. Kukumpulkan segala tenaga
menatap wajahnya, “Bumi, wajah anda terpaksa kami ganti dengan aktris berwajah
blasteran” “

Ada

apa dengan wajah saya? mestinya Bapak tahu dari CV kalau saya dulu adalah gadis
sampul, finalis wajah majalah wanita dan kalau bukan karena peran ini, pasti
saya sudah terpilih menjadi Putri

Indonesia

.” Tersinggung dia
menjawab. “Maaf, saudari. Ini adalah tuntutan produser dan pasar. Mungkin saja
anda, sebagian orang di negri ini, dan saya pribadi menganggap wajah anda
cantik. Tapi wajah anda itu,” hueeeeek kali ini darah yang kumuntahkan “wajah
anda terlalu Indonesia,” hmmphhhh kucoba menahan, “kalau melihat wajah anda”
hueeek kembali gumpalan darah kumuntahkan “penonton pasti jadi ingat Indonesia
yang ….” huuueeeeeeeekkkk.

 

(Makasih buat Marynie
yg udah ngingetin)

19
Aug

KUMIS TITA

KUMIS TITA

(Kumis Sakti Wanita)

 
Nama grup band beranggotakan tiga perjaka 25-an itu adalah
M3Nagerie. “Kenapa M3Nagerie, karena kami adalah tiga lelaki liar yang dipertontonkan.”
sang vokalis yang merangkap juga sebagai gitaris menjawab ketika ditanya tentang
ihwal nama band mereka. Album pertama mereka mendapat penghargaan Penta
Platinum. Belum lagi yang dibajak dan diupload lewat internet secara ilegal
oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab pada diri sendiri dan Tuhan YME. “Ah,
tidak apa-apa, pembajakan hanyalah Yang dari Ying kami. Bagi-bagi rejeki tidak
ada salahnya. Tapi kami tidak menyarankan anda melakukan pembajakan lho.” Lagi-lagi vokalis menjawab. “Genre
musik kami adalah, hmm…. apa ya?” Kini vokalis melempar jawabannya untuk
diteruskan sang pembetot bas. “M3Nagerian!” jawab lelaki botak itu mantap.
“Musiknya M3Nagerie adalah M3Nagerian”. Penggebuk drum menambahkan “Betul. Kami
menyebut musik kami sama persis dengan nama penggemar kami. M3Nagerian!”

 

Seperti apa musik M3Nagerian itu? Apakah seliar makna dari
kata menagerie itu sendiri? Salah besar. Musik mereka S-T-A-N-D-A-R alias biasa
saja. Sedikit berbau rock. Tetapi bagi para M3Nagerian yang terdiri dari
gadis-gadis dan ibu-ibu beserta anak-anaknya -yang memuja tampang dan

gaya

busana para personelnya
yang menurut mereka liar-liar menggemaskan-, musik mereka sangat mengguncang.
“Kami tidak mau berbicara banyak tentang para senior yang merendahkan musik
kami, yang penting kami sudah membuktikan.” kata si basis. “Kami juga tidak mau
ambil pusing kalau M3Nagerie dianggap pasaran. Mau apa kalau pasar memang
menyukai kami.”

 

Peluncuran album kedua yang hanya berjarak 6 bulan dari
pendahulunya disambut baik oleh para M3Nagerian. Sepertinya, produser akan
memberikan Dasa Platinum kali ini. M3Nagerie memberikan kejutan bagi
penggemarnya. Terlalu mengejutkan sehingga kuping mereka tidak bisa lagi
menikmati. Mereka masih menginginkan sesuatu yang standar, sesuatu yang biasa
saja. Meskipun penjualan kaset laris manis, konser M3Nagerie selalu dibatalkan
karena tiket tidak laku sama sekali. Tim managemen, crew, dan setiap orang yang
berada di belakang panggung M3Nagerie mulai meninggalkan mata pencahariannya.

Para

personel stres berat karena ditinggal pasar. Tiada
lagi tampang liar-liar menggemaskan.

__girl_mustache

“Aku kecewa pada penggemar kita, tapi aku sangat menikmati
musik kita yang sekarang.” sang drummer membuka suara saat pertemuan ketiga
personel ini di suatu tempat. Hanya bertiga, tanpa crew, tanpa wartawan sama
sekali. “Setiap aku memainkan lagu-lagu album kedua ini, diulang berapa kali
pun aku tidak akan bosan. Seperti ada jiwa baru di saat kita memainkannya.” basis
menimpali. “Persis, aku serasa bernyanyi.” tutur vokalis. “Bukan seperti robot yang
memainkan berulang-ulang album pertama kita. Padahal album pertama adalah murni
ciptaan kita sendiri, tapi kenapa aku dan mungkin kalian juga lebih menjiwai
yang ini.”

 

“Jadi, lirik-lirik lagu album kedua ini bukan kamu yang
menciptakan?” Basis bertanya pada vokalis. “Tentu saja bukan, lagi pula
musiknya juga bukan kalian yang mengaransemen.” “Betul, bukan kami yang
menciptakan.” Si Drummer mengamini. “Kalau begitu, darimana kalian mendapatkan
alunan yang liar dan menghanyutkan itu?” tanya vokalis. “Tita!” basis dan
drummer menjawab bersamaan. “Tita gadis menikur di salon langganan kita itu?”
vokalis bertanya dengan nada tak percaya. Basis dan Drummer mengangguk
bersamaan lagi. “Sama, aku juga mendapat inspirasi lirik dan melodi dari
kata-kata gadis itu.” vokalis berkata dengan semangat. “Kalian merasa tidak, kalau
beberapa bulan ini aku hampir tiap hari menikur?” “Kami juga hampir setiap hari
menikur. Betul

kan

?”
Drummer bertanya pada basis “Iya, selain tangan kita mudah kapalan gara-gara
lagu-lagu yang makin liar, menikur setiap hari tidak hanya menghaluskan kembali
tangan kita, tetapi inspirasi-inspirasi liar dari Tita terus berdatangan.”
Basis menjelaskan. “Padahal Tita itu sama sekali tidak cantik dan seksi. Tapi
kenapa dia bisa membangkitkan imajinasi liar kita?” Drummer bertanya pada
semuanya. “Aku tahu!” vokalis menjawab. “Bibirnya! bibirnya yang tidak terlalu
tipis dan tidak terlalu tebal itu seperti menghipnotis.” “Tidak juga, aku
pernah dengan sengaja mencuri ciuman darinya dan tidak terjadi apa-apa.”
jawaban basis membuat mata si vokalis dan drummer terbelalak. “Kupikir, kumis
tipis di atas bibirnya itu yang berdaya magis.” basis melanjutkan. “Wah! Kamu
benar, aku ternyata baru sadar. Kumis tipisnya itu inspiratif.” ujar vokalis.

 

Setelah menyadari kumis Tita yang magis, setiap hari
personel M3Nagerie tidak lagi mendatangi salon langganan mereka untuk menikur.
Tetapi mereka mengontrak ekslusif Tita. Mereka tidak lagi perduli kemauan
pasar, yang penting mereka bisa memainkan musik-musik liar yang menyejukkan
hati mereka. Album ketiga tidak akan pernah diproduksi. Tetapi M3Nagerian yang
sesungguhnya selalu menanti penampilan band ini.

Para

lelaki berkumis dari segala usia dan status sosial selalu membanjiri
konser-konser M3Nagerie. Sedangkan Tita, gadis ini tidak hanya menjadi
menikuris saat tangan para personel M3Nagerie kapalan, dia juga merangkap
sebagai manager, produser, music engineer dan bekerja total di balik layar
M3Nagerie. Konon, Tita berniat menggondrongkan kumisnya untuk memenuhi
permintaan M3Nagerie agar dia mau menjadi maskot band itu.

20
Jul

Cinta Halal

Istri:    Wajahmu kok suram begitu?

Suami: Andai saja 10 tahun lalu kita mau bersabar, tentu saat ini kita sedang semangat-semangatnya bercinta.

Istri:    Akhirnya kamu menyesali juga perzina…

Suami: Sssstt! Jangan keras-keras! Nanti mereka mendengar. Lagipula, selama ini kita saling mencintai. Kecuali kita melakukannya sama pelacur, gigolo, om senang a…

Istri:    …tau tante girang. Itu baru zina. 10 tahun yang lalu kamu juga ngomong begitu supaya aku mau melakukan. Lantas, apa yang kau sesali?

Suami: Setidaknya, kita punya semangat bercinta. Sementara di lain pihak kita dipusingkan biaya resepsi. Andai 10 tahun lalu kita mau menunggu, sekarang kita tidak terlalu pusing.

Istri:    Tapi ada enaknya juga. Sekarang kamu tidak perlu buru-buru keramas gara-gara takut apes atau kita tidak perlu pura-pura praktek mencetak foto di kamar. Tidak usah lagi jantungan waktu lihat hasil testpack. Dan sekarang aku bisa konsentrasi nonton film di bioskop.

Suami: Itu juga yang membuatku sedih. Baru seminggu semenjak Ijab Kabul, aku sudah merindukan kreatifitas-kreatifitas kita dalam mengelabui mereka. Kalau begini, rasanya tidak menantang sama sekali.

Istri:    Sebenarnya aku juga rindu saat-saat itu. Bagaimana kalau kita cerai saja. Jadi kita bisa pacaran lagi. Toh, aku akan selalu mencintaimu dengan kita resmi nikah ataupun tidak.

Suami: Kalau saja mereka tidak mendengar hasutan tetangga. Kalau saja mereka tidak ingin menimang bayi.

Istri:    Padahal di panti asuhan banyak bayi nganggur. Dan lagi, tetangga maunya kita menikah tapi tidak mau tahu urusan biayanya. Ya sudah, kita cerai saja.

Suami: 3 bulan lagi kita cerai.

Istri:    Lama amat?

Suami: Masa Iddah.

Istri:    Ruwet! Mau nikah ruwet mau cerai ruwet!

Suami: Sudahlah, yang penting mereka dan tetangga tidak lagi menyebut kita sebagai pasangan haram.

Istri:    Ah! Aku jadi ingat kejutan yang akan kuberikan kepadamu.

Suami: Mana, mana?

Istri:    Coba lihat tengkukku.

Halal_1

Suami: Wah!!! Simbol apa itu?

Istri:    Kamu ini! Makanya kalau belanja bumbu masakan diperhatikan. Biar kamu bisa baca tulisan Arab.

Suami: Halal?! Kok halal?!

Istri:    Sekarang aku adalah pasangan bercintamu yang paling halal.

Suami: Itu tato asli

kan

?

Istri:    Betul. Coba kamu raba.

Suami: Istriku, kamu sekarang memang halal. Tapi, besok kamu harus memakai konde untuk acara resepsi. Kalau mereka tahu kamu bertato, tidak usah pakai masa iddah kita langsung disuruh bercerai dunia akhirat.

Istri:    Aduh!!! Bagaimana ini?

Suami: Ya sudah, ditutupi syal saja. Mumpung lagi trend.

Istri:    Memang mau naik gunung. Mana ada manten tradisional pakai syal. Aduh, kenapa aku bisa lupa kalau harus pakai konde?!

Suami: Pakai jilbab saja. Manten berjilbab juga trend.

Istri:    Gila! Sembahyang saja tidak pernah mau pakai jilbab.

Suami: Tidak apa-apa. Di KTPmu tertulis Islam

kan

.

Istri:    Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh!!!!

(I wish I had that kind of tattoo)

                   

25
Jun

G-strong

G-strong

CD Wajib Nasional Pria

Gstrong “Produksi kapas menurun drastis, kritis, habis.” Mentri Perkapasan melapor pada Presiden. “Bisa dipastikan, kain katun jadi barang langka di negri kita.” Mentri Perkainan menambahkan. “Rakyat sudah mencoba berbagai kain sintetis.” Mentri Percobaan Kain urun kata. “Tapi kain sintetis tidak cocok untuk suhu bumi yang makin panas.” Mentri Percocokan Kain dan Iklim menimpali. “Hasil di lapangan menunjukkan, 90 % pemakai kain sintetis terkena kanker kulit.” Mentri Penelitian Terhadap Dampak Pemakaian Jenis Kain menyodorkan berkas-berkasnya. “Hmmm,” Presiden menggumam panjang, “Jadi, masalahnya apa?” Presiden bertanya. “Cicit cuit cicit cuit cuit cuit cuit cuit cuit cicit cicit cuit cicit cucut cicut ciut ciut cuit cicit cuit cuit cuit cuit cuit cuit cicit cicit cuit cicit cucut cicut ciut ciut cuit cicit cuit cuit cuit cuit cuit cuit cicit cicit cuit cicit cucut cicut ciut ciut cuit cicit cuit cuit cuit cuit cuit cuit cicit cicit cuit cicit cucut cicut ciut ciut,” kesepuluh ribu mentri yang hadir saling berebut mengeluarkan laporan masing-masing dari departemen yang dibawahi mereka. “Hmmmmmmmmmmmmmm,” gumaman Presiden yang lebih panjang meredam kicauan para mentri. “Lalu, solusinya?” Presiden kembali bertanya. “……………………………………………………………………………(dst kurang lebih satu halaman folio).” Sunyi.

“Interupsi saudara Presiden,” suara nyaring melengking terdengar dari sudut pintu masuk ruang sidang. “Hmmm,” Orang nomor satu negri ini menggumam lagi sambil mecoba membaca Name Tag sosok perempuan yang mendekati arah podium, “

Ada

apa saudari Mentri Pembela Wanita Terutama Bidang Gaya dan Busana?” “Mohon ijin untuk membacakan laporan kami.” Satu-satunya mentri yang berjenis kelamin wanita itu naik ke podium menggeser Presiden. “Hmmmm,” Presiden mengangguk dan berganti posisi di samping pembantu wanitanya tadi. “Rekan-rekan mentri yang baik hati, temuan departemen yang saya bawahi sungguh mengiris-ngiris hati kami para wanita. Gara-gara krisis kapas yang a’udzubillah ini, kami sungguh-sungguh dikorbankan. Kami para wanita hanya kebagian jatah kain yang sangat-sangat kebangetan sedikit sekali. Masak kami cuma dijatah semeter kain untuk ibu-ibu, setengah meter untuk anak-anak perempuan, dan selebar sapu tangan untuk para gadis.” … (tarik napas).

“Coba rekan-rekan bayangkan, kami sering masuk angin gara-gara jatah sekian. Belum makin meningkatnya angka perkosaan, yang 90%-nya dilakukan selain manusia. Ya anjing, ya genderuwo, ya setan, bahkan laporan terakhir anak buah saya, Dajjal jauh-jauh datang dari segitiga bermuda gara-gara lihat nenek-nenek 90 tahun-an berbalut bikini menjemur ikan asin di pantai selatan.” … (tarik lagi).

“Pengadilan selalu memenangkan Dajjal, alasannya kamilah yang salah karena kami berpakaian mengundang. Padahal, kenyataannya memang kami hanya mendapat jatah kain sedemikian dari pemerintah. Mau menyalahkan pemerintah juga kurang bijaksana, karena kami sadar kalau negara ini sedang krisis kapas.” …(tarik mang).

“Oleh karena itu saudara presiden yang terhormat, juga rekan-rekan mentri yang saya sayangi, kami mengusulkan ini” seperti terlihat di big screen, bu mentri mengangkat tinggi-tinggi sebuah G-string warna emas dengan lambang garuda Pancasila pada segitiganya, “Ini adalah G-strong, CD wajib bagi pria. Biar jatah kain antara laki-laki dan perempuan di negara ini berimbang. Masak wanitanya harus ngirit kain, laki-lakinya hobi buang CD. Sekali pakai, buang. Kena noda, buang. Kena pipis, buang. Enak saja, buang CD kaya buang istri saja.” penuh api-api si mentri bernyanyi.

Masih mengangkat tinggi-tinggi G-strong Garuda itu, “Bagaimana rekan-rekan mentri, setuju kalau laki-laki harus pakai ini?”

10
May

Ramone Pemuda Berkaki Panjang

Ramones Tingginya mungkin sekitar 2 meteran. Tubuhnya yang kurus dan kegemarannya memakai celana jins ketat (bukan karena mode, tetapi lebih pada usaha untuk mengirit sabun cuci) menambah kesan kaki panjangnya. Hingga nama "Pemuda Berkaki Panjang" menjadi nama belakangnya. Ramone sendiri merupakan nama pemberian, entah dari siapa. Konon, nama aslinya adalah Lesmono, karena sering dipanggil "Mon" belakangan namanya berganti menjadi Ramone (baca:ramon). Ramone sebenarnya tidak begitu peduli pada nama panggilannya, justru dia risih dengan kata-kata "Pemuda Berkaki Panjang". Yang menjadikannya risih adalah para gadis yang mengejar-ngejar dirinya lalu berusaha membuat mereka menjadi kekasihnya. Hampir semuanya selalu menanyakan pada Ramone "Berapa nomer sepatumu?" "Menurut kalian ini nomer berapa?" Ramone memperlihatkan sepatu bututnya. Awalnya Ramone GR, karena dipikirnya mereka akan membelikannya sepatu yang baru. Tetapi Ramone jengkel karena reaksi mereka adalah "WOW!" dan diikuti tawa genit cekikikan. Yang tidak Ramone mengerti, sebagian dari mereka selalu tidak menyelesaikan kalimatnya. "Kalau sepatunya sepanjang itu, berarti…. kik kik kik kik kik" Lagi-lagi Ramone jengkel. Sering ia menerima surat cinta dengan tulisan "Teruntuk Bang Ramone Pemuda Ber… Panjang". Ramone pasti mengembalikan surat itu pada pengirimnya dan mengisi titik-titik itu dengan kata "rambut". Akibatnya, mau tidak mau Ramone harus menggondrongkan rambutnya.

Dengan rambutnya yang panjang, Ramone berharap mendapatkan nama belakang "Pemuda Berambut Panjang". Tetapi tetap saja, orang sudah terlanjur mengenalnya dengan sebutan sebelumnya. Lebih parah lagi, masalah lain timbul gara-gara rambut panjangnya. Wajah tirus Ramone jadi terlihat cantik jika dibingkai juntaian rambut panjang itu. Dikuncir pun wajahnya tetap cantik. Para gadis jadi lebih gemas padanya. Para lelaki di warung sering menggodanya karena mereka mengira dirinya perempuan. Kalau sudah begitu, ia akan mendeham dan mendongak memamerkan buah jakunnya. Ramone sendiri suka lupa jika sedang bercermin, siapa gadis cantik di hadapannya itu. Padahal, Ramone tidak menyukai gadis cantik. Bukan karena sebagian besar penggemarnya adalah gadis-gadis cantik hingga ia jadi jengah. Baginya, gadis-gadis yang terlihat cantik pada pandangan pertama, pasti akan telihat sebaliknya pada pandangan berikutnya. Ia justru lebih menyukai gadis yang berwajah biasa-biasa saja atau yang menurut orang-orang tidak menarik. Dipandanginya gadis-gadis yang tidak termasuk cantik menurut kebanyakan orang itu. "Lama-lama kok menarik" atau "Lama-lama kok menyenangkan" juga "Lama-lama kok unik" pikir Ramone. Hal lain yang tidak disukai Ramone pada gadis-gadis cantik adalah kesan yang ditangkapnya dari orang-orang yang mengkategorikan mereka sebagai makhluk cantik. Sering ia mendengar umpatan "Cantik-cantik, gampangan", "Cantik-cantik, matre", "cantik-cantik, bego", "cantik-cantik, panuan" dan seterusnya dan terus-menerus hingga seakan-akan makian ini meresap ke alam bawah sadar Ramone. Jika Ramone diminta menjelaskan, ia pasti mengatakan jika cantik itu berarti gampangan, matre, bego dan panuan. Ramone selalu berdoa semoga dia tidak mendapatkan nama "Ramone Pemuda Berwajah Cantik".

Meskipun tidak berada di garis terdepan, aku termasuk dalam gadis-gadis penggemar Ramone. Kegiatan penggemaranku hanyalah sebatas mengamati dari jauh. Aku suka memandangi kakinya yang panjang. Jujur saja, kaki itu seksi sekali. Apalagi jika ia menggoyang-goyangkan salah satu diantaranya dengan tidak sadar. Uuuuggghhh, ingin sekali aku berlari dan memeluk kaki itu hingga tubuhku berayun-ayun bersamanya. Sumpah, aku tidak pernah mengasosiasikan kaki panjangnya dengan kepanjangan bagian tubuhnya yang lain. Rambutnya, misal, aku tetap akan menyukai sepasang kaki itu dengan Ramone berambut panjang, pendek atau botak sekali pun. Hingga suatu waktu, Ramone duduk bersandar dan menyelonjorkan kedua kakinya. Hatiku berdegup kencang melihatnya. Sesaat kemudian Ramone menggoyang-goyangkannya. Tidaaaak! Aku sudah tidak tahan melihatnya. Aku berlari menghampirinya dan langsung bersimpuh di depannya "Ramone Pemuda Berkaki Panjang, maukah kau menjadi kekasihku?" Sesaat dia memandang wajahku lalu memalingkan muka "Aku tidak mau," jawabnya singkat dan datar. Mataku panas dibuatnya. Dengan perasaan yang tidak karuan menatap kaki panjang yang seakan menjauh dariku, lirih kukatakan "Kenapa?" Masih memalingkan muka ia menjawab "Kamu cantik."

23
Apr

Tulang Rusuk

Rib_cage Tulang Rusuk "Kamu itu tulang rusukku, nduk", Joko mendesah di telinga Ningsih sambil membelai rambut kekasihnya yang panjang sepantat. Yang dirayu mesam-mesem, pipi bersemu merah, tubuh serasa melayang, tapi sayang mentok di atap rumbai warung remang-remang. "Masak sih mas?" kata Ningsih manja, padahal dia kurang paham apa yang baru saja dibisikkan Joko. Bukan masalah kata-katanya, yang penting hawa hangat yang terhembus ke telinganya atau aroma asmara darinya, pikir Ningsih, meskipun sedikit tercampur bau sambal terasi lalap petai kesukaan mereka berdua. "Iyahhhhhhh", desahan Joko makin kuat. Sebenarnya hidung Ningsih sudah protes, tetapi dorongan lain di otaknya menghalau rangsangan khas kamar mandi umum pasar tradisional itu. "Nduk tahu tulang rusuk khan?" Ningsih menggeleng tambah manja. Jika janggut Ningsih adalah pensil, di depan muka Ningsih ada angka delapan tidur yang ditulis berulang-ulang. Joko meraih tangan Ningsih ke dadanya dan merabakan tulang rusuknya. "Wah!" Ningsih pura-pura kaget, "Aku kok tidak punya mas?" "Bahaya Nduk, coba sini mas periksa" jhdaugbvmcbzjcgisugd nskczsjcvsbjdkaf gfbasfashbfasfaigfabfkaohyfaba khdfyabfkhasfyadfblctz (Mohon ma’af, terjadi gangguan transmisi dari pusat).

"KAMU ITU TULANG RUSUKKU!!!" bentak Joko pada Ningsih. Ningsih menunduk saja. Sebenarnya ingin dia membalas teriakan Joko yang menggedor gendang telinganya. "LETAKMU ITU DI SINI !!!" Joko berkacak pinggang, kurang atas sih, kalau berkacak dada ketinggian, yah turun sedikit lah. "Tuhan itu Maha Adil Ning!!!" Volume suara Joko sudah mulai mereda "Makanya kamu diciptakan dari sini" Joko menepuk dadanya, turun dikit, tahu sendiri khan. "Untung kamu nggak diciptakan dari sini" kali ini pantatnya ditepok, tidak perlu membayangkan Beyonce yang melakukan. "Atau dari sini" jidat Joko yang makin lebar akibat kebotakan dini ditunjuk-tunjuk. "Tapi kamu kurang ajar Ning. Kamu lupa asal-usulmu?" Naik-turunnya dada (betul-betul bagian yang ada dibawah leher) Joko mulai berirama stakato. "Ma’af mas, Ningsih cuma kerja" "Eh, Eh, Eh, JaNgAn KeRjA kAu JaDiKaN aLASAN!!" suara Joko medekati falseto. "Kamu boleh jadi tukang setrika apa saja, tapi tIdAK uNtUk ITU!!!" Joko menunjuk segitiga pengaman pria warna coklat tua dengan tulisan SONY SONY SONY SONY SONY SONY SONY di sekeliling karet kolornya. "Ingat Ning!" Joko kembali menepuk-nepuk dada sedikit ke bawahnya, masih ingat khan posisi persisnya?

"Kamu khan tulang rusukku," Hik, hik, hik, hik, hik, hik, kata-kata Joko melebur dalam derai tangis Ningsih. Nyaris tak terdengar. "Ningsih pulang saja mas!" "Jangan dong Ning, apa nanti kata si mbok dan pak’e." "Biar mas, kalau begini Ningsih tidak tahan!" "Yang namanya tulang rusuk itu ya harus mendampingi dong Ning." Hik, hik, hik, hik, hik,tangis Ningsih makin keras. Joko merangkul pundak Ningsih "Ya sudah, Mas minta ma’af. Mas khilaf." Huwaaaaaaaaaaaaaaa "Mana ada khilaf buntutnya lima" hu hu hu hu hu hu hu. "Mau gimana lagi Ning, tapi ambil hikmahnya, Tole pasti suka punya teman main bola" "Pokoknya aku pulang!" "Di sini saja, mau diapa-apain kamu itu tetap tulang rusukku." "Tulang rusuk! Tulang rusuk! Tulang rusuk! Lantas Paitun, Munah sama Ginten itu tulang-belulang apamu?!" "Ah, Ningsih, masa kamu lupa pas kita pacaran dulu. Coba ingat-ingat waktu kamu meraba-raba dadaku" Disambarnya tangan Ningsih yang gosong-gosong kena setrika ke dada Joko, "Tulang rusukku khan nggak cuma satu."

12
Mar

Bicara Mata Bicara

Painful_eye Selalu saja terjadi pembicaraan panjang tanpa kata-kata saat pandangan kita beradu. Tidak, aku tidak malu jika mataku lebih dulu memandangmu. Dan kau pasti tahu aku tidak pernah merasa lebih tinggi jika kau telebih dulu memandangku. Aku sangat senang saat kita berdekatan dan saling melempar pandang. Jika mulutku mengatakan "Diamput! bayaran gak mundak-mundak", aku yakin jika kau bisa merasakan kelembutan pancaran mataku dan memahami betapa aku menyukai bola matamu yang hitam semu kecoklatan. Warna matamu tidak begitu jernih, bahkan sedikit menguning. Pasti kamu gemar bermain-main dengan air Belanda. Biar begitu, aku suka memandanginya. Mulutmu lantas berbicara "Taek! awak kongkon mbadhok taek!" Ha…ha…ha… dalam hati aku tertawa, matamu lebih jujur daripada mulutmu. Aku tahu bahwa keduanya mencoba menembus ruang di jiwaku hingga kemudian membuatnya hangat.

Mulut kita suka berbicara yang pendek-pendek saja. Semakin hari, mereka sering mengucapkan kata-kata kotor, makian, kutukan dan segala hal yang memang pantas untuk menggambarkan sekitar kita. Tidak dengan mata kita, mataku atau matamu selalu bertegur sapa dengan sanak. Andai empat bola mata kita bisa melompat, pasti mereka sudah melompat dari rongganya, berpelukan, berbagi kasih dan betapa bersyukurnya mereka karena tidak perlu dikasih makan seperti mulut, atau harus terangsang oleh bau layaknya hidung hingga perut menjadi lapar. Kalaupun suatu saat nanti harga makanan lebih mahal daripada harga nyawa manusia, mata-mata kita tidak perlu tersiksa. Ya, paling-paling berair (kalau masih ada sumbernya sih).

07
Feb

Merlyn Sopjan: Pengatur Mimpi (…Basah)

image hosted by SuperPhotoSpace.com

Akhirnya mbak Merlyn terpilih menjadi wali kota Malang Raya tercinta, menyisakan tiga kursi untuk Drs. Peni Suparto, M.AP. Satu kursi dari sang mantu, dan dua lainnya dianggap tidak sah karena tidak ada gambar hologramnya. Tentu saja, dengan terpilihnya wanita (tanpa V) ini menimbulkan pertentangan keras dari tokoh-tokoh agama. “Lebih baik kami dipimpin seorang wanita daripada dipilih wanita jadi-jadian!” “Tuhan pasti mengutuk Malang Raya! Ingat, sewaktu Dorce naik haji, bencana pasti datang!” “Coba Merlyn disuruh kencing, dia berdiri apa jongkok!” Tapi apa mau dikata, lha wong yang milih para wakil rakyat di DPRD. Meskipun mayoritas kursi berhasil direbut oleh partai banteng mulut putih, bukan berarti Pak Peni menang lagi. Gosipnya sih, mbak Merlyn telah memberikan terapi mimpi pada para wakil rakyat ini.

Dengan sedikit ilmu teknik yang diperoleh beliau di bangku kuliah, serta dengan banyak dukungan dari anggota IWAMA, mbak Merlyn menciptakan alat pengatur mimpi basah. Bentuknya berupa kaplet atau kapsul obat sekitar 1 cm berwarna coklat. Wong yang menciptakan para wadam, jadi bentuk persisnya seperti (maaf) Mr. P super mini. Dan cara penggunaannya harus dimasukkan melalui (maaf lagi) anus.

Untungnya para dewan tidak sempat memperhatikan wujud dan cara pemakaian alat ini. Mereka sudah sangat tergiur dengan maanfaat yang ditimbulkan penemuan mutakhir tersebut. Tujuan utama para dewan pasti terkabulkan. Kenapa mereka sampai korban harta agar terpilih, bahkan korban nyawa orang lain untuk berebut kursi, bisa terwujud.

Rakyat sejahtera? Jelas itu bukan tujuan mereka. Terlintas di pikiran saja tidak. Menjadi kaya raya? Seperti yang dipergunjingkan mahasiswa. Ah, tahu apa mahasiswa, kerjanya cuma demo dan demo. Kuliah molor tidak karuan, sementara ortu di desa ngos-ngosan banting tulang. Tujuan sebenar-benarnya yang ada jauh di lubuk hati mereka cuma satu, yakni ‘menaklukkan’ banyak wanita. Memang tidak dipungkiri juga, untuk bisa takluk wanita harus dibutakan dengan kilau harta. Tapi mbak Merlyn berhasil meyakinkan mereka, bahwa berjuta wanita pasti takluk, termasuk urusan (maaf, maaf, maaf) di ranjang.

Suatu malam, para pekerja balai kota ini menjajal alat temuan mbak Merlyn dkk. Dengan ditemani istri, istri ke sekian, selingkuhan, pacar, mahasiswi, siswi ataupun pembantunya (kebetulan ada dewan yang sendirian di rumah), mereka ingin membuktikan kedahsyatan alat ini. Ketika kaplet mungil ini menyentuh bagian bawah belakang tubuhnya, mereka seperti tersengat aliran listrik jutaan volt, darah pun mengalir dengan derasnya ke seluruh bagian tubuh. Para wanita bengong karena mereka sama sekali belum disentuh. Alat tersebut betul-betul menciptakan kenikmatan yang luar biasa hebat, bahkan mengalahkan orgasme mematikan yang menimpa ayah Pandawa Lima.

Meskipun celana menjadi basah tanpa ‘pertempuran’, pengalaman surga ini membawa manfaat yang luar biasa juga. Derasnya aliran darah sewaktu mereka mencapai puncak tertinggi membuat tubuh menjadi sehat, segala penyakit hilang, dan pikiran pun menjadi jernih sejernih-jernihnya. Hingga terpilihlah Sdr(i) Merlyn Sopjan sebagai Wali Kota Malang Raya.

Bersama-sama mbak Merlyn, para dewan membangun kota Malang. MATOS, mall di stadion Gajayana, Rampal, ruko-ruko dan beberapa perumahan mewah dibangun kembali. Hutan-hutan beton itu kini menjadi hutan kota seperti hutan Malabar. Dan Malang Raya tidak akan pernah basah seperti Jakarta.

“Betapa indah gemilang,

Kota Malang,

Kota di datar tinggi,

Sejuk menatik hati,…” sayup-sayup para banci bernyanyi.

08
Jan

Lelakiku

Kami sepakat mewadahkan bayi kami di rahimnya. Sperma yang membuahi sel telurku kami curi dari bank NASA yang rupa-rupanya buka cabang di Kalitelo, Malang Selatan. Kenyataan bahwa ketidakmampuan lelakiku menghamiliku  tidak akan pernah mengusik cinta kami berdua, jika dibandingkan dengan cita-cita mulia untuk menyelamatkan dunia -setidaknya dunia kami berdua. Pemikiran kami sederhana saja, aku yang mengawali, lelakiku yang menengahi. Kesepakatan penuh cinta ini ada karena sejarah kami berdua.

Ibuku adalah surga, dan siapa lagi nerakanya kalau bukan orang yang turut berperan dalam kelahiranku. Neraka itu meninggalkan surgaku bahkan sebelum aku lahir. Sayangnya, surgaku terus mencari neraka-neraka baru yang selamanya adalah neraka jahanam penyebar api kebencian. Hingga kini, aku tidak mau memikirkan apalagi berurusan dengan apinya.

Lelakiku, bukan lelaki sejati. Bahkan dia adalah bukan lelaki sejati yang sejati. Tubuh indahnya bukan sejati. Dulu, dia seperti laki-laki. Dadanya rata, pantatnya rata, pinggulnya rata, bibirnya rata, hidungnya rata, hampir segalanya. Karena demi cinta sejati lamanya, dia mentidakratakan kerataannya. Kini dadanya penuh, pantat dan pinggulnya berisi, bibirnya bak Angelina Jolie. Tapi lelakiku tidak lagi merasakan getaran saat dicium mantan cinta sejatinya. Dadanya tidak bergetar saat diremas-remas. Silikon-silikon di tubuhnya hanya membuat dia mati rasa. Tapi tidak hatinya, buktinya kami bertemu dan jatuh cinta.

Lelakiku orang yang menyenangkan. Kami suka bersenang-senang. Meski kesenangan kami tidak akan membuahkan keturunan. Tetapi lelakiku punya ide yang menurutku sangat menyenangkan. Dia merelakan sel telurku untuk dibuahi sperma curian dan dia lebih rela jika dia yang mengandung pembuahan itu. Menyenangkan bukan?

Sebelum bayi kami lahir, aku dan lelakiku membayangkan jika bayi kami besar maka dia bebas menentukan apakah dia akan seperti orangtuanya, apakah dia ingin seperti orang pada umumnya, atau dia ingin membentuk aliran sendiri. Semua nantinya terserah anak kami. Hanya saja, saat bayi kami lahir, si pemberi hidup memberi kami bonus dobel. Bayi yang seharusnya kami beri nama aphrodite itu, terpaksa kami tambahkan herm di depannya.

                 Girlskissingl01